Mengurus Legalitas dalam Membangun Rumah

Ada tiga hal pokok guna mengurus legalitas dalam membangun rumah yaitu mengurus sertifikat tanah, menerapkan aturan-aturan membangun rumah (bulding code), dan mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika Anda ingin membangun rumah disebuah lokasi tertentu, PASTIKAN bahwa legalitas tanah dan bangunan tersebut sudah ada. Berikut ini adalah bahasan mengenai ketiga hal yang disebutkan sebelumnya untuk mengurus legalitas mendirikan rumah.

1. Mengurus Sertifikat Tanah
Anda harus memastikan bahwa tanah yang akan didirikan bangunan tersebut sudah menjadi hak milik Anda (atas nama Anda) secara sah yang ditandai dengan bukti kepemilikan sertifikat tanah berupa SERTIFIKAT HAK MILIK (SHM), sehingga akan menjamin keamanan status tanah dan ketenangan Anda dan keluarga untuk tinggal dikemudian hari.

Menurut Wikipedia, Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah jenis sertifikat yang pemiliknya memiliki hak penuh atas kepemilikan tanah pada kawasan dengan luas tertentu yang telah disebutkan dalam sertifikat tersebut. Berbeda dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan yang memiliki batas waktu tertentu, Sertifikat Hak Milik tidak ada batas waktu kepemilikan. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional.

Mengurus Legalitas dalam Membangun Rumah
Mengurus Legalitas dalam Membangun Rumah
2. Aturan-Aturan dalam Mendirikan Bangunan (Building Code)
Pastikan bahwa sepanjang Anda merencanakan rumah tinggal, Anda selalu berpedoman pada aturan-aturan untuk mendirikan bangunan (building code) yang terdiri dari tiga komponen yang akan dijelaskan berikut ini. Selain itu sebenarnya masih ada peraturan lain yang biasanya berbeda untuk setiap daerah, tergantung dimana daerah tersebut berada.
  • Koefisien Dasar Bangunan (KDB):Persentase antara luas dasar bangunan terhadap luas lahan keseluruhan (tapak), atau dengan kata lain, berapa persen total luas lahan yang bisa didirikan rumah. Contohnya: Jika Anda mempunyai luas tanah 300m2 dan nilai KDB 60%, maka luas dasar bangunan yang diperbolehkan untuk dibangun rumah (luas lahan yang bisa ditutup oleh bangunan) adalah 60% x 300m2 = 180m2
  • Koefisien Luas Bangunan (KLB):Faktor yang menentukan berapa meter persegi luas total bangunan yang diijinkan untuk dibangun serta menentukan jumlah tingkat bangunan yang bisa dibuat (yang diijinkan). Contoh: Jika nilai KLB lokasi dimana tanah Anda berada adalah 2, maka luas total bangunan yang diijinkan untuk dibangun dengan KDB 60% adalah 180 x 2 = 360m2, sehingga bangunan rumah Anda bisa dibuat dua lantai (bertingkat 2).
  • Garis Sempadan Bangunan (GSB):Jarak antara dinding bangunan terluar dengan batas jalan. GSB bertujuan untuk membuat ruang terbuka antara rumah dan jalan (area umum); dan bertujuan untuk mengendalikan area bebas yang harus ada pada suatu area umum tersebut. Penentuan GSB biasanya disesuaikan pada lebar jalan didepan atau disamping bangunan atau rumah.
Demikian penjelasan untuk mengurus legalitas dalam membangun rumah, dua penjelasan sudah kita bahas disini dan untuk penjelasan yang ketiga mengenai IMB, silahkan baca Mengurus Izin MendirikanBangunan (IMB). Semoga bermanfaat.

Mengurus Legalitas dalam Membangun Rumah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Moch Saiful Umam

0 comments:

Post a Comment